Buatlah Minuman Manis Dari Jeruk Masam

DR Aidh bin Abdulllah Al-Qarni

Seorang yang cerdas akan merubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang yang bodoh malah menjadikan satu bencana menjadi dua bencana.
Rasulullah saw diusir dari kota tempat tinggalnya terlebih dahulu baru kemudian ia membangun Negara di Madinah yang memenuhi mata dan telinga sejarah.
Imam Ahmad bin Hanbal dipenjara dan didera hukuman terlebih dahulu, baru kemudian menjadi imam kaum ahlu sunnah. Ibnu Taimiyyah dijebloskan ke penjara terlebih dahulu, baru kemudian memiliki segudang ilmu yang tak terkira. As-Sarkhasi dilemparkan ke dasar sumur tua terlebih dahulu, baru kemudian menghasilkan dua puluh jilid buku fikih.
Ibnu Al-Atsir dilumpuhkan terlebih dahulu, baru kemudian ia susun kitab Jami’al-Ushul dan An-Nihayah yang menjadi kitab rujukan yang paling popular dan bermanfaat dalam bidang hadits dan sejarah. Ibnu Al-jauzi diusir terlebih dahulu dari Bagdad, baru kemudian ia susun kaidah qir’ah sab’ah.
Malik bin Ar-Raib menderita demam hebat terlebih dahulu, baru kemudian ia kirimkan puisinya yang mengagumkan dan melegenda di seluruh dunia hingga menyamai kumpulan-kumpulan puisi seluruh penyair Dinasti Abbasiyah.
Anak-anak Abu Dzu’aib Al-Hadzali meninggal terlebih dahulu, baru kemudian ia ratapi kepergian mereka dengan elegi yang membungkam zaman, mencengangkan semua orang, dan mendapat aplaus sejarah.
Apabila Anda ditimpa bencana, maka lihatlah sisi yang menyenangkan. Apabila ada orang yang memberi Anda segelas air jeruk yang masam, maka berilah semangkuk gula. Apabila Anda hanya diberi seekor ular, maka ambillah kulitnya yang harganya sangat mahal lalu buanglah sisanya. Apabila Anda tersengat kalajengking, maka ketahuilah bahwa itu memiliki daya tawar tinggi terhadap bisa ular.
Beradaptasilah dengan lingkungan Anda yang sangat keras sehinga akan muncul bunga mawar dan melati yang semerbak, Bisa jadi Anda membenci sesuatu padahal Allah telah membuatkan berbagai kebaikan di dalamnya.
Sebelum mengalami revolusi besar, masyarakat Paris mengalami penjara psikologis: antara optimis dan pesimis. Akhirnya, kedua sikap tersebut dapat mengeluarkan kepalanya, melongok dari teralis jendela penjara.
Orang yang memiliki jiwa optimis akan memandang dan memperhatikan kerlip bintang kemudian iapun akan tertawa. Sedangkan orang yang berjiwa pesimis akan memandang ke tanah di jalan dekatnya kemudian ia pun menangis.
Ketika ditimpa musibah, maka lihatlah dimensi yang lain; karena hal buruk yang murni keburukan belaka itu tidak ada. Akan tetapi, hal buruk yang menimpa kita itu sebenarnya mengandung kebaikan, keuntungan, kemenangan dari Allah, dan pahala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s